Sejak 2 minggu lalu Salsa terserang penyakit Batuk+Pilek, bunda udah membawa Salsa ke dokter dan dokter juga sudah memberi obat. Namun dokter berpesan jika dalam 3 hari kondisi Salsa masih sama maka dokter memberi surat pengantar utk dilakukan fisioterapi. Bunda jadi keinget bulan April tahun lalu Salsa dirawat karena harus menjalani fisioterapi dan akibatnya sampai sekarang Salsa trauma kalo harus berkunjung ke RS (even hanya berkunjung yg notabene Salsa gak di-apa2in dokter). Selang 3 hari kondisi Salsa membaik so bunda putuskan utk tidak menjalani fisioterapi, namun sehari kemudian Salsa batuk+demam. Jadilah bunda membawa Salsa ke RS utk dilakukan terapi
Setelah berkonsultasi dengan dokter fisioterapi, dokter mengajurkan Salsa untuk di-terapi secara bertahap selama 5 kali berturut-turut (1x sehari) dengan 2 metoda yaitu dihangatkan dada&punggung serta di-uap.
- Hari pertama : Salsa menangis sewaktu masuk kamar terapi dan saat mulai dilakukan terapi. Setelah selesai dihangatkan punggung-nya, Salsa kembali menangis sewaktu terapistnya datang utk menyalakan alat (menghangatkan dada) dan juga saat akan di-uap
- Hari kedua : Gak berbeda dengan hari pertama, Salsa masih menangis sewaktu masuk kamar terapi dan setiap kali ada terapist yg menolong.
- Hari ketiga : Kali ini Salsa menangis sewaktu pertama kali masuk kamar terapi. Setiap kali terapistnya masuk utk assistansi menyalakan alatnya Salsa udah gak nangis. Selama terapi bunda sempet mem-foto Salsa (Salsa seneng banget di-foto dan pas sampe rumah foto-fotonya dipamerin ke akung dan utinya)
- Hari keempat : Alhamdulillah walaupun dengan rayuan segelas pudding coklat, akhirnya Salsa nggak nangis sama sekali pada terapi yg ketiga ini. Kalo terapi yg sekarang, bunda sempet cerita tentang Salsa yg mirip gajah krn hidungnya panjang (ada selang inhalasinya). Pas asap-nya keluar dr masker, Salsa malah bilang kalo asap yg keluar itu adalah asap Thomas … bisa aja kamu nak. Karena Salsa yg mulai kelihatan nyaman sama terapinya, gak berasa 30 menit terapi tahu-tahu udah kelar. Oh iyah, setiap selesai terapi punggung Salsa di-tepuk2 sama terapistnya supaya lendirnya keluar dari paru-paru
- Hari Kelima : DI hari terakhir ini Salsa kelihatan nyaman sekali masuk ke ruang terapi (walaupun sewaktu bunda ketemu Salsa di lobby RS dia kelihatan masih tegang). Pas di-terapi uap malah Salsa bisa nyanyi balonku (dan tentunya bergaya saat di-photo). Setelah selesai terapi kita konsul ke dokter yg menangani rehab medik, dan melihat kondisi Salsa yang membaik maka terapi tidak perlu dilakukan lagi. Namun Salsa musti konsul lagi dengan DSA-nya, mudah2an setelah konsul dg DSA-nya gak perlu ada tambahan obat buat Salsa

Kalo baca di tentang inhalasi di milist nakita ditulis kalo proses Inhalasi itu Selain lebih aman, terapi inhalasi ternyata lebih efektif ketimbang obat oral. Dimana dijelaskan bahwa inhalasi merupakan cara pengobatan dengan memberi obat dalam bentuk uap secara langsung pada alat pernapasan menuju paru-paru yang bertujuan tak lain membuat pernapasan yang terganggu akibat adanya lendir atau tengah mengalami sesak napas menjadi kembali normal. Mengenai efektivitas, terapi ini lebih efektif ketimbang obat oral/minum seperti tablet atau sirup. Soalnya, obat oral akan “jalan-jalan” ke mana-mana dulu seperti ke lambung, ginjal, atau jantung sebelum sampai ke sasarannya, yakni paru-paru. Sehingga ketika sampai paru-paru, obatnya relatif tinggal sedikit. Sedangkan dengan inhalasi, obat akan bekerja cepat dan langsung. “Soal dosis tak perlu khawatir karena dosis obat pada terapi inhalasi sangat kecil dan tidak memiliki efek samping ke bagian tubuh lain. Bahkan kini ada obat-obatan oral yang dibuat sebagai produk inhalant,” begitu menurut pendapat Dr. Muljono Wirjodiardjo, M.D.,Ph.D (Dr Spesialis Anak RSIB)
Bunda sendiri setiap selesai melakukan terapi melakukan analisa perubahan yang terjadi pada Salsa diantaranya adalah :
- Setelah dilakukan terapi hari pertama dan hari kedua frekuensi batuk Salsa semakin sering namun tidak berat, bunda tanya ke terapistnya dan menurut terapistnya kondisi tersebut wajar karena efek dari terapi yang membuat lentur rongga dada sehingga si anak makin leluasa utk batuk (sebelumnya memang frekuensi Salsa batuk tidak sesering setelah di-terapi namun saat batuk kelihatan batuknya tuh berat banget seolah2 ada sesuatu yg nyangkut di tenggorokannya .. ehhmm gimana yah jelasinnya).
- Setelah terapi hari ketiga, frekuensi batuk mulai berkurang walaupun terkadang masih batuk dan mengeluarkan dahak. Salsa sebetulnya bisa membuang ingus dan dahak, namun kadangkala dia sangat sulit diminta utk membuang ingus dan dahak. Jadilah pintar2nya bunda membujuk Salsa untuk membuang ingus dan dahak.
- Setelah terapi hari ke-empat alhamdulillah batuknya makin berkurang (oh iyah, di hari terapi yg ke-3 bunda juga menghentikan pemberian obat oral krn bunda liat walaupun gak dikasih obat oral Salsa makin jarang batuknya). Pagi hari sebelum terapi, bunda juga menjemur dada dan punggung Salsa.
- Setelah fisioterapi ini, dirumah disarankan Salsa tetap dijemur setiap paginya dan untuk mengurangi dahak yg masih ada (atau jika teman-teman mengalami anaknya dahak yang tertahan) bisa dilakukan alternatif pengobatan sbb : si anak kita tengkurapkan dengan bantalan selumut yg agak tebal dibagian perut kemudian punggung si anak kita tepuk-tepuk pelan-pelan (disarankan punggung dikasih alas supaya tepukannya tidak sakit)
- Dan yang paling penting adalah menjaga makanan anak kita, karena pencetus batuk - pilek itu selain dari cuaca juga bisa pengaruh makanan.